Gerakan
Pramuka adalah gerakan pendidikan
kepanduan negara Indonesia untuk anak-anak dan pemuda warga negara Republik
Indonesia (Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka). Gerakan Pramuka lahir dengan tujuan untuk menciptakan
karakter anak bangsa yang sesuai dengan dasa dharma Pramuka. Pramuka lahir
didalam masyarakat, berkembang ditengah masyarakat, & mengabdi untuk
masyarakat.
Pramuka sudah mengalami perkembangan dari massa ke
massa. Pada perkembangan sekarang ini, Pramuka banyak
mengalami perkembangan yangbaik, karena
seiring berjalannya waktu, Pramuka tumbuh menjadi organisasi kepanduan terbesar
di dunia. Hal ini tidak mengherankan, karena jumlah masyarakat Indonesia yang
memang cukup banyak, & tentunya Pramuka sendiri cukup mampu menarik minat
masyarakat.
Pramuka sering hadir di tengah
masyarakat, mengabdi & berbakti untuk masyarakat dengan cara mengadakan
kegiatan yang sifatnya “bakti” atau biasa dikenal orang dengan “Pramuka
Peduli”. Kegiatan tersebut dapat menambah image baik Pramuka di tengah
masyarakat. Kegiatan – kegiatan tersebut dapat menciptakan harmonisasi antara
Pramuka dengan masyarakat di ruang lingkup masyarakat. Pramuka dipandang baik
oleh masyarakat.
Namun berbeda halnya dengan
pandangan kaula muda atau para pelajar mengenai Organisasi atau Ekstrakurikuler
Pramuka di sekolah. Sebagian pelajar masih menganggap Pramuka itu suatu
ekstrakurikuler yang kuno. Dengan kegiatan bernyanyi – nyanyi ria, bertepuk
tangan, bermain tali, bermain sandi, bermain tongkat, semua kegiatan itu
dianggap kuno. Mereka lebih menyukai kegiatan yang sifatnya rekreasi seperti
Pecinta Alam, ekstrakurikuler olahraga, ekstrakurikuler yang berhubungan
tentang usaha, ekstrakurikuler robotic, dan lain – lain. Ini merupakan suatu
tantangan atau PR tersendiri bagi seluruh anggota Pramuka. Bagaimana dapat menciptakan kegiatan yang sifatnya tidak hanya
bermain – main seperti itu, namun harus sedikit lebih maju, sesuai perkembangan
zaman.
Pramuka memang harus mengikuti
kemajuan zaman, sebelum zaman menggerus Pramuka. Pramuka harus memiliki
eksistensi tinggi sebagai ekstrakurikuler. Pramuka harus mampu bersaing,
menciptakan suatu karya tinggi, agar mampu merubah image “kuno” itu pada kaum
pelajar. Pramuka memang harus berubah, tapi tidak semuanya harus dirubah,
jangan melupakan kegiatan yang terdahulu, tapi buatlah referensi kegiatan
kepramukaan masa depan dengan berpacu pada kegiaan terdahulu. Utamakan public
relationnya, agar kegiatannya tidak bersifat monoton, dan tidak hanya anggota
Pramuka yang mengetahui kegiatan tersebut. Buat kegiatan yang sifatnya lebih kearah
Outbond, pemanfaatan gadget, & social media.
Dukungan
pemerintah sangat diharapkan dalam kemajuan semua lini dipramuka. Karena
Pramuka merupakan salah satu ekstrakurikuler yang mengedepankan pendidikan
karakter bangsa Indonesia. Memang asal – usul kepanduan Pramuka bukanlah dari
Indonesia, namun dalam prakteknya menjadi Indonesia sendiri dengan ciri khas.
Pramuka sangatlah penting di era
globalisasi sekarang ini. Karena Pramuka dapat membentengi sikap pemuda
Indonesia dalam menghadapi arus negatif globalisasi. Namun, banyak tantangan
yang harus dihadapi dan perlu adanya pengembangan pendidikan kepramukaan yang
berkelanjutan dalam pembinaan pendidikan kepramukaan.


